Amy Winehouse, di Mana Tempatnya dalam "Klub 27"?
Memuat...

Amy Winehouse, di Mana Tempatnya dalam "Klub 27"?

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat,
silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain. AYO.. Beritahu Teman- teman kita
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
cobain-winehouse-hendrix_510

Amy Winehouse (tengah) layak masuk klub 27 bersama Kurt Cobain (kiri) dan Jimi Hendrix (kanan). (dok.EW)

PAGI hari tanggal 8 April 1994. Seorang montir listrik mendatangi kediaman Kurt Cobain, pentolan Nirvana, di Seattle.

Tukang listrik bernama Gary Smith itu melihat ada sesosok tubuh di apartemen di atas garasi, terpisah dari bangunan utama. Polisi segera dihubungi. Mereka kemudian menemukan mayat yang di sisinya terdapat sebuah SIM dan pesan yang ditulis pulpen.Polisi mengidentifikasi mayat karena luka tembak itu sebagai Kurt Cobain. Yang lebih tragis, Kurt diperkirakan sudah meninggal tiga hari sebelumnya!

Charles R. Cross menulis biografi Kurt Cobain Heavier Than Heaven dan merekonstruksi kejadian 3 hari sebelumnya. Cross menggambarkan bagaimana Cobain dengan T-Shirt bertuliskan Half Japanese, bercelana Levi's dan sepatu Converse duduk di ujung tempat tidur, menulis pesan terakhirnya untuk Courtney Love, istrinya. Televisi memutar MTV, tanpa suara. Dari pemutar CD, terdengar REM memainkan lagu dari album Automatic for the People. "Kamu tahu, aku mencintaimu, aku mencintai Frances (putrinya--red). Maaf. Tolong jangan ikuti aku. I'm sorry, sorry, sorry," tulisnya. "Aku tak tahu ke mana aku pergi. Aku hanya tak bisa di sini lagi."

Setelah menuliskan surat panjang dengan banyak salah eja dan menghabiskan tiga batang rokok Camel Light, Cobain menuju halaman belakang. Sebelumnya ia mengambil senjata api, handuk, cerutu, heroin Meksiko, dan bir. Ia menulis beberapa kata penutup lalu meletakkan catatannya di atas pot dan menancapkan pulpen padanya. setelah heroin mulai beraksi, ia mengambil senjatanya, mengarahkan ke langit-langit mulutnya... DOR!

***

DEMIKIAN detik-detik kematian Cobain yang dinarasikan Cross di bukunya. Cobain menghabisi hidupnya sendiri di usia 27 tahun, membuatnya masuk anggota "KLub 27" seperti Jimi Hendrix, Janis Joplin, Brian Jones, dan Jim Morrison.

Klub 27 atau ada juga yang menyebutnya "Forever 27 Club—Klub 27 Abadi" sering digunakan untuk menyebut sekumpulan musisi rock yang tewas (umumnya secara tragis) saat usia mereka menginjak 27 tahun.

Rocker pertama anggota Klub 27 adalah gitaris Rolling Stones Brian Jones, yang ditemukan tewas di kolam renang rumahnya di East Sussex, Inggris, pada 3 Juli 1969. Hasil penyelidikan forensik kemudian menyebutkan kematian Jones diakibatkan "death by misadventure." Jimi Hendrix, yang dianggap sebagai gitaris terbaik sepanjang masa, meninggal setahun kemudian—juga di usia 27 tahun—di sebuah hotel di London pada pagi hari tanggal 18 September 1970, setelah menenggak terlalu banyak piltidur dicampur anggur merah.

Dua minggu kemudian, musisi Janis Joplin ditemukan tewas dalam mobil Porsche bergaya psikadelik miliknya yang terparkir di Landmark Motor Hotel di Los Angeles. Penyebab kematiannya disebutkan karena overdosis heroin.

Setahun kemudian, Jim Morrison dari The Doors, saat itu juga berusia 27 tahun, ditemukan tewas di bak mandinya di apartemennya di Paris pada 3 Juni 1971. Tidak ada otopsi atas jasadnya, tapi kematiannya disebutkan karena "gagal jantung."

Anggota Klub 27 bertambah satu bertahun-tahun kemudian saat Kurt Cobain meledakkan kepalanya sendiri kurang dari 2 bulan setelah ia menginjak usia 27 tahun.

Baru 17 tahun setelah kematian Cobain, Klub 27 menambah anggota baru, Amy Winehouse, musisi asal Inggris yang ditemukan tewas di rumahnya di London, Sabtu (23/7) kemarin.

***

Pertanyaannya, bagaimana kematian Amy di usia 27 tahun akan dimaknai? Apakah ia bisa disejajarkan dengan musisi legendaris lain yang tewas secara tragis di usia 27 tahun lainnya?

Sebelum menjawab, di jagad musik rock, memang ada anggapan paradoksal: meninggal di usia muda adalah cara untuk jadi abadi. Marilyn Manson menulis di terbitan khusus majalah Roling Stone 15 Mei 2003: "Seorang rocker yang mati menjadi sempurna, dan ia abadi. Dia tidak berubah, tidak bertambah tua, tidak menjadi kurang hebat dibanding masa puncaknya, sebelum ia mati."

Menyimak tulisan itu, seolah ada syarat agar seorang rock star yang mati tragis di usia 27 layak menjadi bintang abadi dikenang sepanjang masa, yakni sang rocker telah menapaki masa puncaknya.

Kita menyaksikan puncak-puncak musikalitas Jimi Hendrix, Jim Morrison, Janis Joplin, maupun Kurt Cobain sebelum mereka meninggal. Sebutan Klub 27 pada mereka karena kita melihat satu kesamaan di antara mereka: mereka jenius musik yang hidupnya berakhir tragis.

Apakah ada kesamaan itu pada Amy Winehouse?

Amy seorang musisi berbakat cemerlang. Baik kritikus maupun publik menyukai musik yang lahir dari rahimnya. Amy dianggap membawa pencerahan pada musik soul. Walau berkulit putih dan asli Inggris, Amy mampu menyanyi sama baiknya dengan penyanyi kulit hitam yang bertahun-tahun menyanyi R&B dan Soul sepanjang hidupnya. Suara Amy khas.

Dua album yang sudah dirilisnya jadi bukti musikalitasnya. Berbagai penghargaan Grammy Awards ia raih. Album keduanya, Back to Black (2007) masuk daftar 10 Album Terbaik versi majalah Time.

Tapi, setelah pujian album kedua surut, Amy lebih sering menghiasi media gara-gara perangainya. Perilaku destruktifnya (keluar masuk rehabilitasi) maupun kisruh kawin-cerai-rujuk-putus dengan mantan suaminya menutup bakat musiknya. Terakhir, Amy jadi berita karena terlalu mabuk saat tampil di konser di Serbia hingga rangkaian tur Eropa-nya harus batal. Amy juga kemudian tak kunjung sadar dan terus-menerus mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol.

Maka, saat Amy ditemukan tewas, dunia malah menunjukkan reaksi tidak terkejut, seolah mengetahui peristiwa naas tersebut sudah diperkirakan bakal terjadi. Hanya kebetulan saja Amy tewas tepat di usia 27 tahun dan otomatis ia masuk Klub 27.

Buat saya, Klub 27 hanya angka kebetulan. Penabuh drum The Who, Keith Moon terkapar di usia 32 tahun (1978) karena over dosis. Elvis Presley juga dianggap terlalu cepat pergi di usia 42 tahun. Begitu pula Michael Jackson yang meninggal di usia 50 tahun tahun 2009 silam.

Bukan mati di usia 27 yang membuat seseorang berarti dan kemudian jadi abadi, melainkan apakah semasa hidupnya yang pendek sang musisi tersebut telah cukup berbuat, mencipta karya, yang kemudian kita sepakat bilang: Ya, dia abadi setelah kematiannya.***

(beritawa-baru)

noreply@blogger.com (admin) 25 Jul, 2011


--
Source: http://beritawa-baru.blogspot.com/2011/07/amy-winehouse-di-mana-tempatnya-dalam.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar