Gamawan: Baliho Pejabat Tak Salahi Aturan
Memuat...

Gamawan: Baliho Pejabat Tak Salahi Aturan

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat,
silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain. AYO.. Beritahu Teman- teman kita
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Kontrol terhadap anggaran pembuatan baliho itu ada di tangan DPRD.


Baliho Nur Mahmudi Ismail di Depok (Dokumen VIVAnews)

Dalam Dunia Kitta - Foto beberapa pejabat di DKI Jakarta terpampang di baliho di pinggir jalan. Foto-foto tersebut semakin bertebaran menjelang pemilihan gubernur DKI pada 2012 mendatang.

Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, menyatakan tak bisa berbuat apa-apa. Karena, para pejabat yang nampang itu tidak bisa disebut sedang kampanye untuk mencalonkan diri sebagai gubernur.

"Kalau kita bicara hukum, kalau dia tidak menyebut 'pilihlah saya' kan  tidak kampanye," kata Gamawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 25 Juli 2011.

Menurut dia, foto-foto itu termasuk foto program dalam pemerintahan. "Foto itu kan foto program, foto imbauan, foto kegiatan," kata dia.

Dia mengatakan, pemasangan foto-foto pejabat dalam baliho itu tergantung pada daerah masing-masing. "Tergantung, kalau ada
anggarannya, silakan. Artinya DPRD juga setujui  anggaran itu," kata dia.

Harusnya, kata dia, kontrol terhadap anggaran pembuatan baliho itu ada di tangan DPRD. Apakah dewan menyetujui anggaran baliho itu atau tidak? "Jadi tidak semuanya ke pemerintah pusat karena kontrolnya ada di dewan itu sendiri," kata dia.

"Sepanjang tidak ada imbauan seperti 'pilihlah saya calon gubernur'. Kalau kita bicara hukum itu kan tidak apa-apa."

Dia menambahkan, foto itu sah-sah saja meski pun dipasang besar-besaran di ruang publik. "Sepanjang tidak ada aturannya apa
boleh buat. Sama saja kalau misalnya ada bupati kawin tiga kali, itu mana hukumnya," kata dia.
• VIVAnews

noreply@blogger.com (zeyd amanu gilang gemara) 25 Jul, 2011


--
Source: http://dunianyakitta.blogspot.com/2011/07/gamawan-baliho-pejabat-tak-salahi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar