Menonton Harry Potter 7 Part 2 di Singapura, Ini Ulasannya!
Memuat...

Menonton Harry Potter 7 Part 2 di Singapura, Ini Ulasannya!

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat,
silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain. AYO.. Beritahu Teman- teman kita
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Harry-Potter-Hallows-Part2_Guys, kurang lengkap tentunya tanpa menyentuh bagian dari film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 itu sendiri. Sekali lagi maaf, ini bukan spoiler, bukan pula ingin membuat Anda ilfeel.

Toh, semua orang sudah tahu jalan cerita, bahkan akhir cerita dari bukunya. Tulisan ini bisa dibilang sebagai apresiasi kami menyaksi film kegemaran semiliar umat itu.

Terus terang menyaksikan HPDH2 ibarat makan permen "terkenal" yang ada di iklan itu. Manis, pahit, sedih, dan kocak. Ada banyak rasa terwakili di film pamungkas ini. Seperti akhir HPDH1, adegan dibuka dengan suasana syahdu di Shell Cottage milik Bill Weasley (Domhnall Gleason) dan Fleur (Clemence Poesy). Harry (Daniel Radcliffe) masih tenggelam dengan rasa sedihnya atas kematian Dobby. Tapi cerita berjalan cepat. Tak ada banyak diskusi panjang, emosional, cemburu-cemburuan antara trio Harry-Hermione (Emma Watson)-Ron (Rupert Grint). Dalam keadaan sedih, ketiganya harus segera berangkat mengambil satu harta di brankas Bellatrix Lestrange (Helena Bonham Carter), yang diduga salah satu horcrux dari 3 horcrux milik Voldemort yang masih tersisa. Demi memuluskan langkah mereka menembus penjagaan ketat bank sihir Gringotts, mereka mengajak si goblin Griphook (Warwick Davis). Sayang Griphook memberi persyaratan macam-macam dan cukup berat. Tapi demi memburu Voldemort dan menyelamatkan dunia sihir, Harry menyepakati.

Masuk bank sihir itu ternyata susah-susah gampang. Hermione menyihir diri dengan ramuan polijus menjadi Bellatrix, sedang Ron menjadi sosok yang kurang dikenal para penyihir. Harry sendiri menguntit mereka dengan menggendong Griphook, sambil menyelimuti diri dengan jubah gaib. Tipu dan gertak sana-sini, ditambah rapalan mantra imperius secara diam-diam yang dilakukan Harry, kunci sukses menembus penjagaan awal. Sayang, penyamaran mereka terbongkar karena samaran lewat ramuan polijus mereka hilang secara otomatis saat tersiram Air Terjun Penghilang Mantra. Dan terjadilah kejar-mengejar. Harry-Hermione-Ron berhasil mendapat horcrux yang dimaksud dan melarikan diri menunggangi naga penjaga brankas Gringotts.
Trio Gryffindor menuju desa penyihir Hogsmeade. Kedatangan mereka disambut para pelahap maut. Untung saja muncul Aberforth Dumbledore (Ciaran Hinds), adik Profesor Dumbledore (Michael Gambon) yang ternyata pemilik kedai Hogshead. Di sana, Harry mendapat akses menembus Hogwarts yang dikelilingi musuh. Kedatangan Harry Potter disambut seisi sekolah. Snape (Alan Rickman) yang menjadi kepala sekolah, terusir setelah bertarung dengan Profesor McGonagall (Maggie Smith).

Voldemort (Ralph Fiennes) tak tinggal diam. Dia mengumpulkan kekuatan dari berbagai golongan penyihir hitam, manusia serigala, raksasa, dan troll gunung. Hogwarts sendiri selain dengan sebarisan guru dan Laskar Dumbledore, mengaktifkan pasukan patung dan membentengi diri dengan mantra pelindung. Pertempuran semakin memanas, Harry Potter sibuk mencari horcrux yang terpendam di Hogwarts. Atas bantuan Luna Lovegood (Evanna Lynch), dia menemui hantu Helena Ravenclaw (Kelly Macdonald), putri pendiri asrama Ravenclaw, Roweina, yang pernah diperdaya Voldemort. Berhasil!

Akan tetapi karena mantra pelindung Hogwarts bisa ditembus, pertarungan jarak dekat pun terjadi dan tentu saja banyak menimbulkan korban. Harry yang tidak mau keadaan memburuk menantang langsung Voldemort. Dia kalah. Tapi ada hal yang tidak diketahui Voldemort. Yang justru membuat kekuatannya tergerogoti dan bisa dipukul balik Harry.

Menyaksikan HPDH2 sungguh mengasyikkan. Kalau tujuan sang kreator menampilkan klimaks film, rasanya dapat banget. Bahkan Yates cukup taat pada alur novel. Tapi, ya itu, pesan Bintang, jangan terlalu menyamakan film dan buku.Mau tahu bagian mana saja yang menjadi best parts? Sekali lagi bukan bermaksud membuat Anda ilfeel, tapi kalau Anda pernah baca tulisan Bintang mengenai HPDH1, pasti Anda bisa membandingkan.

Harry-Potter-7-part2c

(beritawa-baru)

noreply@blogger.com (admin) 18 Jul, 2011


--
Source: http://beritawa-baru.blogspot.com/2011/07/menonton-harry-potter-7-part-2-di.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar