Azka dan Shafa Tunggu Janji Pemerintah
Memuat...

Azka dan Shafa Tunggu Janji Pemerintah

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat,
silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain. AYO.. Beritahu Teman- teman kita
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

"Untuk biaya, Menkes sendiri tidak janji, tapi Dirjen bilang akan bebaskan biaya Shafa"

Deklarasi Gerakan Seribu Rupiah Peduli Shafa dan Azka, penderita GBS (Antara/ M Agung Rajasa)

Dalam Dunia Kitta - Penyakit Guillain–BarrĂ© syndrome (GBS) kini tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga balita seperti M. Azka Arriziq (Azka) dan Shafa Azzalia (Shafa). Hingga kini, sejumlah ahli medis di dunia belum menemukan penyebab pasti dari penyakit yang dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan gagal nafas dalam jangka waktu cukup lama bagi penderitanya ini.

Azka merupakan anak tunggal dari pasangan Anto Ariyanto dan Rina yang kini berusia 4 tahun. Menurut Anto, awal mula putranya terserang penyakit ini pada 21 Juli 2011 dini hari.

"Azka mengeluh kakinya kebas dan pegal kepada ibunya, setelah dipijit dan minum susu, Azka tidur kembali. Namun, pagi harinya Azka mengeluh tangannya kaku, lalu segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ciawi," ujar Anto saat ditemui dalam acara deklarasi Gerakan Seribu Rupiah Peduli Shafa dan Azka di Kayumanis, Jakarta Timur, 7 Agustus 2011.

Menurut Anto, setelah diperiksa lebih lanjut, Azka kemudian dirujuk ke RS Azra Bogor untuk mendapatkan perawatan lebih intensif dan bantuan ventilator. Sebab, pada saat itu Azka tidak sadarkan diri.

"Lalu pada 1 Agustus 2011 atas instruksi Menkes RI, ibu Endang Rahayu, Azka dipindah ke ICU gedung A RS Cipto Mangunkusumo untuk mendapat perawatan lebih intensif," kata dia.
Lebih Lama
Berbeda dengan Azka, Shafa, anak bungsu pasangan Zulkarnain Febriansyah dan Wina yang berusia 5 tahun ini sudah lebih lama didiagnosa menderita GBS. Shafa telah berjuang melawan penyakit ini sejak Oktober 2010 atau sudah hampir 10 bulan dirawat di ruang ICU.

"Awalnya Shafa menderita gangguan pencernaan, namun dari hasil pemeriksaan dokter pada paru-paru Shafa terdapat bercak karena keracunan CO2, lalu dipindahkan ke RS St Carolus untuk mendapat ventilator yang membantunya bernafas. Di sinilah akhirnya Shafa didiagnosa menderita GBS," katanya.

Zulkarnain menyatakan setelah kurang lebih 7 hari Shafa dirawat di RSCM, sudah ada perubahan berarti pada putrinya tersebut. Terutama setelah dilakukan fisioterapi intensif, sudah ada pergerakan yang bisa dilakukan.

Keluarga Shafa mengaku sangat berterima kasih dengan adanya Gerakan Seribu Rupiah Peduli Shafa dan Azka penderita GBS ini. Dia pun berharap pemerintah bisa menjamin bantuan untuk Shafa, sebab sebagai pegawai swasta, Zulkarnain, tak memiliki biaya yang mumpuni untuk pengobatan putrinya ini.

"Untuk biaya, dari Menkes sendiri tidak janji, tapi Dirjen bilang akan bebaskan biaya Shafa di RSCM. Tapi belum ada hitam di atas putih, baru pernyataan secara lisan saja," tuturnya. (ren)

sumber : http://metro.vivanews.com/news/read/238801-azka-dan-shafa-menunggu-komitmen-pemerintah

noreply@blogger.com (zeyd amanu gilang gemara) 07 Aug, 2011


--
Source: http://dunianyakitta.blogspot.com/2011/08/azka-dan-shafa-tunggu-janji-pemerintah.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar